1 lot berapa lembar? 1 lot = 500 saham. Minimal beli saham berapa lot?

1 lot berapa lembar? Pertanyaan yang terdengar umum ini tentunya akan menjadi salah satu hal yang paling banyak ditanyakan oleh mayoritas pemula yang sedang mempelajari salah satu instrumen investasi yang bernama saham (stock). Hal ini tidak lain karena sebelum membeli saham, Anda perlu mengisi jumlah satuan sahamnya terlebih dahulu.

 

Oleh sebab itu, pertanyaan 1 lot berapa lembar akan menjadi kunci keberhasilan Anda yang ingin terjun di pasar saham. Tren penanaman modal dalam bentuk investasi saham ini mulai menjamur di berbagai kalangan. Tak heran jika laman media sosial mulai dipenuhi informasi terkait saham. Ragam informasi yang diberikan biasanya berasal dari artis, pengusaha atau bahkan perorangan pribadi yang membagikan keseruannya mendapatkan keuntungan dari investasi saham. Hal ini tentunya menarik minat banyak orang yang ingin mendapatkan keuntungan finansial secara instan. Lantas, apakah 1 lot sama dengan 500 saham? Benarkah demikian? Nah, di artikel ini kami akan menjelaskan 1 lot berapa lembar dengan lebih jelas dan terperinci. Penasaran? Yuk, baca lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Lot di Saham?

Definisi lot adalah satuan atau nilai resmi yang digunakan ketika melakukan transaksi jual beli saham oleh perusahaan tercatat dan para inverstor pada suatu bursa dalam hal ini adalah Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain menetapkan lot sebagai satuan dalam jual beli saham, BEI juga memiliki kewenangan dalam menentukan besar nilai saham dalam 1 lot. Nilai ini dapat berubah naik atau turun bergantung pada kebijakan yang dibuat oleh BEI. Jadi, 1 lot berapa lembar?

1 Lot Berapa Lembar?

 

Sesuai dengan regulasi yang diterbitkan oleh BEI, satuan standar transaksi saham adalah menggunakan lot dengan minimal transaksi 1 lot saham. Dalam aturan terbarunya pada Januari 2014 lalu, BEI telah menetapkan nilai 1 lot saham setara dengan 100 lembar saham. Sebelum adanya aturan tersebut, memang benar jumlah 1 lot saham di pasar modal adalah 500 lembar saham. Namun kemudian BEI memperkecil jumlah tersebut agar investasi di pasar modal tidak hanya dilakukan oleh masyarakat kelas atas, tapi juga dapat diikuti oleh masyarakat dengan modal terbatas seperti karyawan, pemilik UMKM, bahkan ibu rumah tangga yang ingin berinvestasi di pasar modal. Sebagai contoh, apabila Anda ingin membeli saham perusahaan A yang harga per lembarnya Rp. 10.000, maka Anda perlu membeli minimal 100 lembar x Rp. 10.000 = Rp. 1.000.000. Dari perhitungan ini dapat disimpulkan bahwa modal minimal yang perlu Anda siapkan agar bisa mendapatkan 1 lot saham perusahaan A adalah sebesar Rp. 1.000.000. Penting bagi Anda untuk mengingat rumus ini agar tidak salah hitung dalam membeli saham yang Anda inginkan.


Bagaimana Cara Mengetahui Harga 1 Lot Saham Suatu Perusahaan?

Setelah memahami rumus perhitungan harga 1 lot saham, tentunya Anda juga bertanya-tanya bagaimana cara untuk mengetahui harga 1 lot saham dari sebuah perusahaan. Karena ini akan membantu Anda dalam bertransaksi di pasar modal.

Setiap perusahaan terbuka yang telah menjalani Initial Public Offering (IPO) dan menjadi perusahaan publik, tentunya memiliki banyak pemegang saham dan sahamnya sudah pasti lebih dari 1 lembar. Banyaknya jumlah saham dan harga saham masing-masing perusahaan berbeda antara satu dan yang lain. Informasi lengkap perihal harga saham perusahaan publik di Indonesia dapat Anda cek secara langsung di situs web resmi BEI. Berikut cara yang dapat Anda lakukan.

1. Kunjungi situs web resmi BEI idx.co.id.

2. Pilih menu ‘DATA PASAR’ pada bagian kiri atas, lalu pilih ‘Ringkasan Saham’ yang letaknya pada baris ‘Ringkasan Perdagangan’.

3. Sesuaikan tanggal dengan tanggal Anda ingin mengecek saham dan pilih filter yang diinginkan agar lebih memudahkan Anda seperti ‘Kode Saham’, ‘Nama Perusahaan’, ‘Volume’, ‘Nilai’, dan lain-lain, lalu klik ‘CARI’.

4. Data perusahaan beserta harga saham pada tanggal tersebut akan ditampilkan dalam bentuk tabel di bawahnya. Jika dirasa data tersebut kurang lengkap, Anda dapat menyesuaikan filternya.

Bila harga saham di Indonesia dapat dicek melalui lama resmi BEI, di Amerika Serikat bursa efek yang digunakan adalah New York Stock Exchange (NYSE) dan NASDAQ. Jumlah perusahaan yang sahamnya dapat Anda beli di Amerika Serikat jauh lebih banyak dan besar dibandingkan di Indonesia. Anda dapat memilih perusahaan besar seperti Microsoft, Apple, Google dan juga Tesla. Hal ini tentu akan memudahkan Anda ketika menentukan perusahaan dan jumlah saham yang akan dibeli.

Tingkat keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari investasi saham tergolong tinggi jika dibandingkan dengan investasi lain seperti obligasi maupun reksadana. Tapi hal ini juga diikuti risiko yang juga tinggi. Oleh sebab itu, sangat penting bagi Anda untuk memahami aturan yang benar dalam berinvestasi saham agar tidak rugi. Memiliki saham suatu perusahaan artinya Anda termasuk salah satu pemilik perusahaan tersebut. Misalnya perusahaan A memiliki total saham yang dapat dijual belikan kepada public sebesar 100.000 saham dan Anda telah membeli sebanyak 1.000 saham perusahaan tersebut, maka ini artinya 1%  saham perusahaan tersebut adalah milik Anda. Semakin banyak yang membeli saham di perusahaan yang sama, maka harga saham di perusahaan tersebut akan semakin naik, begitu pula sebaliknya. Agar lebih paham, berikut contoh harga saham di perusahaan Indonesia dan Amerika Serikat yang dapat Anda simak.

 

Contoh 1: Harga 1 Lot Saham Tesla

Bursa saham di Amerika Serikat memiliki jam pembukaan dan penutupan yang berbeda dengan Indonesia. Aturan 1 lot = 100 lembar tidak berlaku di Amerika Serikat. Minimal saham perusahaan Amerika yang dapat Anda beli adalah 1 lembar. Pada Kamis (11/11/2021), saham Tesla Inc. tercatat USD 1.077,36 per lembarnya. Sehingga apabila Anda ingin membeli saham Tesla sebanyak 1 lembar, maka Anda perlu menyiapkan modal USD 1.077,36 x 14.246,55 kurs USD hari ini = Rp. 15.348.663,108. Hal yang perlu diingat jika berniat membeli saham luar negeri, Anda harus membeli saham tersebut menggunakan mata uang yang sama yang digunakan di Negara tersebut. Untuk membeli saham Tesla, maka Anda perlu membelinya mengguna mata uang USD.

 

Contoh 2: Harga 1 Lot Saham Unilever

Saham PT Unilever Indonesia Tbk pada Kamis (11/11/2021) tercatat sebesar Rp. 4.370 per lembar saham. Sehingga 1 lot saham perusahaan yang berkode UNVR ini adalah sebesar Rp. 437.000.  Jika Anda berniat membeli saham Unilever sebanyak 10 lot, maka modal yang perlu Anda siapkan adalah 10 x Rp. 437.000 = Rp. 4.370.000.

Sebelum membeli saham baik saham luar negeri ataupun dalam negeri, Anda perlu melakukan riset pada perusahaan yang akan dibeli sahamnya. Anda perlu mempertimbangkan bagaimana kinerja perusahaan saat ini dan di masa depan. Memilih perusahaan dengan potensi keuntungan yang besar tentu hal yang baik. Namun, Anda juga harus pandai dalam mengelola saham yang Anda miliki.

 

Bagaimana Jika Belum Mampu Membeli 1 Lot Saham?

 

 

 

Bagi pemula, membeli 1 lot saham yang berjumlah 100 lembar tentunya cukup berat. Apalagi jika harga per lembar sahamnya sudah tinggi. Lantas, apakah ada cara untuk membeli saham di bawah 1 lot? Tentu saja ada.

Untuk seorang pemula yang ingin investasi saham dengan modal kecil dapat melalui broker atau perusahaan sekuritas. Perusahaan sekuritas adalah media perantara Anda dalam bertransaksi saham. Perusahaan ini juga yang akan membantu Anda membuka rekening di BEI. Selain melalui perusahaan sekuritas, Anda dapat menanamkan modal kecil yang dimiliki di reksa dana atau pasar modal. Reksa dana merupakan salah satu instrumen investasi yang menjadi wadah untuk menghimpun dana dari para pemodal. Agar tidak salah dalam melangkah, sebaiknya simak langkah-langkah berikut dalam membeli saham untuk pemula.

1. Tentukan jumlah modal yang Anda miliki. Pastikan jumlah modal Anda cukup untuk membeli saham dan tidak akan mengganggu biaya untuk kebutuhan lainnya. Jika Anda rasa modal yang dimiliki masih kurang, ada baiknya jika Anda menabung terlebih dahulu hingga mencapai jumlah modal tersebut. Memaksakan berinvestasi saham dengan modal terbatas bahkan kurang, justru akan membuat rencana investasi Anda berantakan. Oleh sebab itu, sesuaikan modal tersebut dengan anggaran Anda.

2. Setelah mengetahui jumlah modal dimiliki, barulah Anda memilih perusahaan sekuritas atau reksa dana yang sesuai dengan anggaran Anda. Baik perusahaan sekuritas atau reksa dana tentu akan membebankan biaya transaksi kepada Anda. Jika biaya transaksinya besar, maka akan mempengaruhi anggaran.

3. Pilih perusahaan sekuritas atau reksa dana yang telah terdaftar di BEI. Untuk memastikan hal ini, Anda dapat mengeceknya secara langsung di lama resmi Bursa Efek Indonesia.

4. Buatlah Rekening Dana Nasabah atau RDN. RDN adalah rekening yang dipergunakan untuk transaksi saham oleh para investor. Siapkan dokumen dan isi formulir yang dibutuhkan. Perusahaan sekuritas yang Anda pilih biasanya akan membantu Anda dalam membuka RDN.

5. Selanjutnya pilih perusahaan tujuan tempat Anda menginvestasikan modal. Sesuaikan pula dengan harga dan jumlah saham yang ingin Anda beli dari perusahaan terkait. Pilih perusahaan dengan riwayat kinerja yang baik dan memiliki potensi keuntungan yang bagus di masa depan . Perlu diingat semakin besar jumlah saham dan semakin tinggi harga saham perusahaan, maka modal yang perlu Anda siapkan juga semakin besar.

6. Jangan lupa untuk mempelajari profil risiko setiap perusahaan sebelum memilih. Membeli saham blue chip atau saham dari perusahaan besar dengan kinerja yang terbukti bagus selama bertahun-tahun adalah pilihan yang paling tepat. Karena investasi saham merupakan investasi jangka panjang.

7. Setorkan modal yang Anda miliki ke rekening saham sesuai dengan jumlah modal dan banyak saham yang Anda beli.

8. Terakhir, Anda tinggal memantau pergerakan pasar saham dari waktu ke waktu. Anda juga dapat membeli saham saat harga saham turun, atau menjualnya ketika harganya tinggi.

Nah, demikian penjelasan 1 lot saham hingga cara membeli saham di bawah 100 lembar. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan Anda sebelum menanamkan modal yang dimiliki. Selamat berinvestasi!