[Broker Forex Review] XM Indonesia: Terpercaya atau Penipu?


Gambar 1: Homepage XM Forex

Pembaca sekalian, jika Anda saat ini sedang menekuni dunia trading, Anda tidak akan asing dengan broker XM Indonesia. Banner-nya banyak bermunculan di berbagai situs dan media sosial. Itulah salah satunya yang kemudian membuat kita bertanya-tanya, “Apakah XM Indonesia bisa dipercaya?” atau, “Apakah XM Indonesia termasuk dalam jaringan broker penipu?

Itulah mengapa di artikel ini, bahasan kita tentang XM akan difokuskan pada dua poin utama: 1) Apa itu XM Indonesia? 2) Benarkah XM Indonesia termasuk dalam jaringan broker penipu? Yuk teruskan membaca artikel ini sampai bagian terakhir. Selamat membaca!

Apa itu XM Indonesia?

XM Indonesia adalah cabang dari XM internasional yang bermarkas di Siprus. Perusahaan ini memiliki beberapa kantor perwakilan di Hungaria, Yunani, Australia, dan Selandia baru. Beroperasi sejak 2009, perusahaan broker forex itu bernama asli XEMarket yang dikelola oleh suatu perusahaan bernama Trading Point of Financial Instruments, Ltd.

Sejak tahun pertama didirikan, XM disebut-sebut sebagai pelopor di bidang trading yang menerapkan kebijakan “no re-quote” dan berbagai strategi perdagangan valuta asing dari Expert Advisor (EA). Di antara bentuk manifestasi Expert Advisor tersebut adalah getolnya XM mengadakan agenda-agenda yang bersifat edukatif yang diikuti oleh banyak trader profesional. Salah satunya adalah seminar tentang pasar finansial yang diadakan oleh XM bekerja sama dengan Tradepedia.

Komitmen mereka terhadap kesuksesan para klien melalui penyelenggaraan event-event edukatif menjadikan XM dinobatkan sebagai “salah satu broker forex yang lebih baik” oleh Currency Brokers, sebuah lembaga peninjau broker forex yang berbasis di Inggris. Nominasi tersebut mereka peroleh ketika usia XM baru 4 tahun, yaitu di tahun 2013.

Di tahun itu pula, XM memperoleh penghargaan “Best Innovative Forex Product” dari Arabcom Group, juga “Best Trading Execution Broker” dan “Fastest Growing Broker” yang sama-sama diberikan oleh Lagos Forex Expo & Conference.

Ketika berbicara tentang fitur, broker XM Indonesia telah menggunakan platform MetaTrader 4 sejak awal berdiri tahun 2009. MT4 hadir dengan salah satu fitur unggulannya, yaitu Live Feeds, di mana klien akan disuguhi wawasan-wawasan berita tentang perkembangan pasar yang paling aktual.

Setelah sukses dengan MetaTrader 4, XM memperkenalkan platform perdagangan forex MetaTrader 5 di tahun 2017. Sebenarnya tidak banyak yang berubah pada MT5 jika dibandingkan dengan MT4. Hanya saja, MT5 yang dipakai oleh XM ditujukan untuk memenuhi kebutuhan non-forex dan pasar Amerika Serikat.

Di tahun yang sama ketika mereka mulai menyuguhkan opsi pemakaian MetaTrader 5, broker XM telah memiliki klien sebanyak lebih dari satu juta. Kini di tahun 2021, XM telah melayani sebanyak lebih dari lima juta klien di seluruh dunia.

Gambar 2: MetaTrader 4 dan MetaTrader 5 di XM Forex

Total, perusahaan ini telah menjalankan trading forex di 16 platform dan memiliki banyak trader yang berasal dari 196 negara. Itulah mengapa per Oktober 2021, situs resmi perusahaan ini telah tersedia dalam 30 ragam bahasa dunia, termasuk bahasa Indonesia.

XM Indonesia Penipu?

Ketika berbicara tentang situs XM, di sinilah kemudian muncul banyak pertanyaan. Mengapa? Karena ternyata, situs resmi XM telah diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Inilah yang kemudian banyak memicu pertanyaan, jangan-jangan XM termasuk jaringan trader penipu?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu melihat kejadian ini dari dua sudut pandang. Pertama, alasan mengapa Kominfo memblokir situs resmi XM; dan yang kedua bagaimana operasi perdagangan yang dijalankan di XM Indonesia serta mekanisme pengawasan yang diberlakukan di sana.

Baik, mengapa Kominfo memblokir situs XM.com? Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Wisnu Wardhana, mengatakan bahwa semua penyedia layanan trading di Indonesia harus memiliki izin Bappebti. Ini alasan utamanya, mengapa Kominfo memblokir situs broker XM Indonesia, yaitu hanya karena Bappebti belum mengeluarkan izin kepada XM untuk menjalankan trading di IP Address Indonesia. Itu saja!

MX Forex dan 11 Lisensi

Tetapi bukankah XM telah memiliki izin legal formal dari lembaga regulasi trading luar negeri? Benar. Dan itu juga disampaikan oleh Wisnu Wardhana, yang mengatakan bahwa meskipun suatu lembaga penyedia layanan tradaing itu memiliki legalitas dari regulator luar negeri, lembaga tersebut tetap harus memiliki izin dari Bappebti.

Inilah yang memunculkan stigma bahwa XM adalah jaringan trader penipu. Jadi, kesan penipu itu hanya muncul karena Kominfo memblokir situs XM saja, dan pemblokiran itu atas perintah dari Bappebti, yang belum mengeluarkan izin forex trading kepada XM di wilayah NKRI.

Gambar 3: Lembaga Keuangan Dunia Pemberi Lisensi XM Forex

Perlu diketahui, XM telah memiliki 11 izin legal formal dari lembaga keuangan di seluruh dunia. Sebagaimana tertera di dalam situs resminya, XM telah mengantongi lisensi dari CySEC (Cyprus Securities and Exchange Commission), Financial Conduct Authority (FCA) Inggris, Federal Financial Supervisory Authority (BaFin) Jerman, The National Securities Market Commission (CNMV) Spanyol, The French Prudential Supervision and Resolution Authority (ACPR) Prancis, dan lain sebagainya, termasuk dari Polandia, Swedia, bahkan Finlandia dan Australia.

Jadi, tentang stigma bahwa XM adalah penipu, ini hanya tinggal menunggu waktu saja sampai pihak Bappebti selesai menerbitkan lisensi untuk broker XM Indonesia agar boleh beroperasi di langit dunia maya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perlindungan Dana Klien

Selain itu, kita juga harus tahu bagaimana sistem operasi perdagangan valuta asing yang berlaku di XM Forex. Mengapa pengetahuan tentang hal ini penting? Karena jika kita sudah mengetahui bagaimana sistem yang berlaku di suatu penyedia layanan trading, kita bisa menimbang sendiri apakah ia termasuk penipu atau tidak.

Pertama, kita mulai dari mekanisme pengamanan dana klien yang berlaku di XM. Bagian terpenting dari suatu bisnis forex trading adalah keamanan aset finansial para klien. Hal ini tidak boleh luput dari pertimbangan broker XM Indonesia dalam menjalankan operasinya. Apabila Anda menghendaki terjun di dunia forex, Anda wajib tahu bagaimana mekanisme proteksi dana Anda di tangan trader tersebut.

Sebagaimana dilansir dari situs resminya, XM menjalankan operasi perdagangan valuta asing mereka dengan mematuhi prosedur yang ditetapkan oleh Markets in Financial Instruments Directive (MiFID). Dana Anda dengan modal perusahaan XM ditempatkan di lembaga-lembaga keuangan yang terpisah, sehingga Anda tidak perlu khawatir kalau-kalau dana Anda akan digunakan oleh XM sendiri atau oleh para penyedia likuiditas.

XM juga menggandeng Barclays Bank Plc yang berada di bawah pengawasan FCA Inggris. Artinya, modal Anda untuk trading berada di bawah jaminan keamanan dari otoritas jasa keuangan Inggris. Tak hanya itu, dana para pelanggan juga diamankan di bank level investasi lain, yaitu Klarna Bank AB yang berada di bawah regulasi wewenang pengawasan keuangan Swedia (FI).

Dari sini kita tahu bahwa dana dari para pelanggan XM ternyata dikelola di beberapa bank berkelas investasi. XM hanya menjalankan bisnis dengan penyedia layanan pembayaran yang diregulasi. Tak hanya itu, broker XM juga merupakan anggota dari Investor Compensation Fund, sebuah lembaga penjamin keuangan apabila suatu klien perusahaan mengalami kebangkrutan.

XM tidak pernah menjalankan perdagangan yang bersikap kontradiktif terhadap para kliennya sendiri, dan ini jelas dilarang di berbagai lembaga regulasi keuangan dunia. Satu lagi yang tak boleh luput dari pembaca semuanya, bahwa XM menerapkan mekanisme perlindungan terhadap saldo negatif. Ini mereka lakukan dengan memakai sistem otomatis yang mengawasi seluruh transaksi dana milik klien untuk mencegah potensi kerugian di pihak klien.

MX Forex Islami

Ada satu hal penting lainnya yang layak diketahui pembaca, bahwa broker MX Indonesia telah menerbitkan layanan forex trading berbasis syariah atau Islam. Ini cocok untuk para trader muslim, atau mereka yang tinggal di negara mayoritas muslim, sepeti Indonesia. Di antara keunggulan trading forex dalam sistem ekonomi Islam adalah tidak adanya “swap-free account”. Artinya, di dalam jual-beli forex dengan platform MX berbasis Islam tidak berlaku sistem bunga/biaya tambahan atau biaya swap akibat adanya rollover pada posisi semalam.

Seseorang bisa saja berargumen bahwa bunga memang tidak ada, tetapi beberapa platform trading Islami memberlakukan semacam denda akibat perubahan posisi semalam. Dalam hal ini, MX menegaskan bahwa mereka tidak menerapkan mekanisme “swap-free in disguise” (bunga tersembunyi). Di dalam portofolionya, MX menyatakan, “XM secara tegas menentang praktik seperti itu (swap-free in disguise) karena itu bertentangan dengan syarat jual beli yang adil dan beradab.”

Prinsip itu juga sejalan dengan motto MX Forex, “Big, Fair, Human” (Besar, Adil, Manusiawi). Oleh karena itu, apakah MX Forex penipu? Jawabannya tidak alias hoaks. Ia sudah mengantongi 11 lisensi berbagai lembaga keuangan di beberapa negara, ditambah lagi dengan mekanisme yang mereka terapkan untuk menjamin keamanan modal invenstasi para klien, serta akun forex Islami yang mereka terapkan juga berjalan di atas prinsip jual beli yang adil dan beradab, tanpa adanya swap-free maupun bunga tersembunyi.

Kesimpulan

Jadi, kembali ke pokok permasalahannya: Apakah broker MX Indonesia penipu? Jawabannya tidak. Hanya karena situs XM diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika tidak lantas menjadikan XM sebagai penyedia layanan investasi bodong. Tidak.

Untuk mengetahui apakah suatu broker itu penipu atau tidak, yang harus Anda lakukan adalah mengetahui portofolio perusahaan tersebut kaitannya dengan lisensi yang mereka miliki, juga bagaimana mekanisme kerja yang dijalankan di dalamnya, serta bagaimana perlindungan terhadap modal investasi klien di perusahaan tersebut.

Gambar 4: Di Antara Daftar Penghargaan untuk MX Forex

Secara umum, XM mendapat nilai yang bagus untuk ketiga hal di atas. XM, per Oktober 2021, telah mengantongi 11 lisensi atau legal formal dari 11 lembaga keuangan di 11 negara berbeda, mayoritas dari Eropa, lalu sisanya dari Australia bahkan Uni Emirat Arab. Inilah yang menjadikan mereka XM mendapat nilai 7/10 dari Forex Fraud di tahun 2017, dan skor 84/99 dari Forex Brokers di tahun 2021.

Dari segi mekanisme kerja, XM menggunakan tight spreads mulai dari 0 Pip dengan deposito minimal sebesar $5 juga perdagangan otomatis maupun via telepon atau seluler, serta mekanisme tanpa komisi dan re-quote. Bekerja dengan jargon, “Big, Fair, and Human”, fitur Personal Manager Accounts dan Live Help adalah jaminan manusiawi dari XM kepada klien bahwa mereka bukan jaringan investasi bodong.

Selain jaminan dari Investor Compensation Fund, dana klien XM Forex disimpan terpisah dari modal perusahaan di beberapa bank berkelas investasi. Artinya, XM memberi jaminan perlindungan terhadap modal klien, selain otomatisasi pengawasan perdangan yang mereka terapkan untuk mencegah klien mengalami saldo negatif. Inilah di antaranya yang menjadikan broker XM Indonesia sebagai penerima penghargaan “Most Trusted Asian Forex Broker” dari Global Forex Awards tahun 2019.